Selasa, 25 Juni 2013

perjalanan hidup

Pergaulan masa kini itu beda jauh sama pergaulan jaman dulu.. dan itu membuat para orang tua masa kini jadi makin hati hati dalam melihat perkembangan anaknya, ya meskipun gak semua orang tua seperti itu. Rasa sayang orang tua kadang  jadi sebuah larangan buat kita, ya karena kita itu masih sangat egois..
Bergaul itu harus pilih pilih.. tapi bukan itu yang di maksud, bergaul itu sama siapa aja asalkan dia gak menjerumuskan ke hal yang buruk, seandainya dia bawa pengaruh buruk baru kita jaga jarak, tapi gimana dengan teman yang gak bawa pengaruh buruk, ya kita temenin dan ajak ke hal yang baik juga.

Terkadang orang tua itu sangat menjaga anaknya, mungkin karena mereka sangat sayang dengan anaknya dan gak mau anaknya masuk ke lubang yang salah. Orang tua itu selalu menginginkan yang terbaik untuk masa depan anaknya, dengan membatasi pergaulan anaknya dengan temannya, sebenernya bukan membatasi, lebih ke arah mengawasi, walaupun mungkin caranya yang berlebihan.
Punya teman yang banyak itu gak salah, malah bagus untuk pergaulan anaknya. Gue itu udah sering banget di tinggalin sama temen temen gue yang paling berharga, ya alasannya simple.. hidup itu perjalanan, dan di jalan gaada orang yang berhenti, yang ada mampir atau berhenti karena ada lampu merah. Mereka semua berlalu lalang, dan menghilang di keramaian, dan kita itu gak bisa hidup di masa lalu, masa lalu itu kenangan, masa kini itu nyata, dan masa depan itu kita dan Allah yg nentuin, mau ke arah yang benar atau salah.. di artikel sebelumnya gue pernah bilang kalo masa depan itu statis, bisa berubah kapan aja, dan temen temen kita itu bisa bantu kita, bantu ke arah yang benar  atau bahkan yang salah.
Untuk sekarang ini temen itu bisa jadi tempat kita buat belajar dan makin ngerti arti hidup. Sahabat, nah.. ini lebih dari sekedar temen, yang namanya sahabat itu.. selalu ada kapan pun, gak hanya disaat kita seneng tapi di saat kita susah mereka tetep bakal ada dan bantu kita untuk cari jalan keluar. Itu baru namanya sahabat sejati. Dan di kehidupan yang sebenarnya sahabat sejati itu bakal jarang banget di temuin.
Nah, balik lagi ke orang tua.. sebenernya pamali sih ngomongin orang tua, ya tapi mereka ada di kehidupan kita, ya jadi bakal gue bahas di sini. Masa depan itu, hampir sama artinya dengan cita – cita. Bedanya cita – cita itu harapan, tapi masa depan itu nyata, karena suatu saat bakal terjadi. Banyak masa depan yg gak sesuai dengan rencana kita, bukan gagal.. hanya gak sesuai dengan keinginan kita, karena semua itu balik lagi ke Allah. Allah yang nentuin masa depan kita gimana, tapi bukan berarti kita harus pasrah gitu aja. Sejatinya, orang tua bakal dukung cita – cita anaknya asalkan itu positif, tapi dalam penjurusannya kadang orang tua seperti menekan anaknya, ya emang bener sih.. tapi kadang kita yang terlalu egois, padahal dalam meraih cita – cita itu butuh pengorbanan.
Dalam proses meraih cita – cita, banyak temen yang dukung kita, tapi gak sedikit juga yang iri dan mencoba menjatuhkan, tapi itu semua yang akan menuntun kita jadi makin dewasa. Enggak sedikit hal yang kita suka jadi korban di proses ini, karena  Allah lebih tahu apa yang hambanya butuh, bukan apa yang hambanya inginkan.
Punya cita – cita itu harus tinggi.. tapi bukan itu yang dimaksud.. punya cita – cita itu harus berani, berani jatuh dan bangkit lagi..
Gagal itu awal.. Permulaan.. dari apa yang akan kita raih.. semangat, berdoa, dan yakin kita itu lebih hebat dari yang kita pikir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar