Pergaulan masa
kini itu beda jauh sama pergaulan jaman dulu.. dan itu membuat para orang tua
masa kini jadi makin hati hati dalam melihat perkembangan anaknya, ya meskipun
gak semua orang tua seperti itu. Rasa sayang orang tua kadang jadi sebuah larangan buat kita, ya karena
kita itu masih sangat egois..
Bergaul itu harus
pilih pilih.. tapi bukan itu yang di maksud, bergaul itu sama siapa aja asalkan
dia gak menjerumuskan ke hal yang buruk, seandainya dia bawa pengaruh buruk
baru kita jaga jarak, tapi gimana dengan teman yang gak bawa pengaruh buruk, ya
kita temenin dan ajak ke hal yang baik juga.
Terkadang orang
tua itu sangat menjaga anaknya, mungkin karena mereka sangat sayang dengan
anaknya dan gak mau anaknya masuk ke lubang yang salah. Orang tua itu selalu
menginginkan yang terbaik untuk masa depan anaknya, dengan membatasi pergaulan
anaknya dengan temannya, sebenernya bukan membatasi, lebih ke arah mengawasi,
walaupun mungkin caranya yang berlebihan.
Punya teman yang
banyak itu gak salah, malah bagus untuk pergaulan anaknya. Gue itu udah sering
banget di tinggalin sama temen temen gue yang paling berharga, ya alasannya
simple.. hidup itu perjalanan, dan di jalan gaada orang yang berhenti, yang ada
mampir atau berhenti karena ada lampu merah. Mereka semua berlalu lalang, dan
menghilang di keramaian, dan kita itu gak bisa hidup di masa lalu, masa lalu
itu kenangan, masa kini itu nyata, dan masa depan itu kita dan Allah yg
nentuin, mau ke arah yang benar atau salah.. di artikel sebelumnya gue pernah
bilang kalo masa depan itu statis, bisa berubah kapan aja, dan temen temen kita
itu bisa bantu kita, bantu ke arah yang benar atau bahkan yang salah.
Untuk sekarang ini
temen itu bisa jadi tempat kita buat belajar dan makin ngerti arti hidup. Sahabat,
nah.. ini lebih dari sekedar temen, yang namanya sahabat itu.. selalu ada kapan
pun, gak hanya disaat kita seneng tapi di saat kita susah mereka tetep bakal
ada dan bantu kita untuk cari jalan keluar. Itu baru namanya sahabat sejati. Dan
di kehidupan yang sebenarnya sahabat sejati itu bakal jarang banget di temuin.
Nah, balik lagi ke
orang tua.. sebenernya pamali sih ngomongin orang tua, ya tapi mereka ada di
kehidupan kita, ya jadi bakal gue bahas di sini. Masa depan itu, hampir sama
artinya dengan cita – cita. Bedanya cita – cita itu harapan, tapi masa depan
itu nyata, karena suatu saat bakal terjadi. Banyak masa depan yg gak sesuai
dengan rencana kita, bukan gagal.. hanya gak sesuai dengan keinginan kita,
karena semua itu balik lagi ke Allah. Allah yang nentuin masa depan kita
gimana, tapi bukan berarti kita harus pasrah gitu aja. Sejatinya, orang tua
bakal dukung cita – cita anaknya asalkan itu positif, tapi dalam penjurusannya
kadang orang tua seperti menekan anaknya, ya emang bener sih.. tapi kadang kita
yang terlalu egois, padahal dalam meraih cita – cita itu butuh pengorbanan.
Dalam proses
meraih cita – cita, banyak temen yang dukung kita, tapi gak sedikit juga yang
iri dan mencoba menjatuhkan, tapi itu semua yang akan menuntun kita jadi makin
dewasa. Enggak sedikit hal yang kita suka jadi korban di proses ini, karena Allah lebih tahu apa yang hambanya butuh,
bukan apa yang hambanya inginkan.
Punya cita – cita itu
harus tinggi.. tapi bukan itu yang dimaksud.. punya cita – cita itu harus
berani, berani jatuh dan bangkit lagi..
Gagal itu awal.. Permulaan..
dari apa yang akan kita raih.. semangat, berdoa, dan yakin kita itu lebih hebat
dari yang kita pikir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar