Minna-sama,
konnichiwa!
Udah lama banget gak
nulis, kali ini saya akan share tentang pengalaman saya di Jepang. Saya gak
nyangka bisa pergi ke Jepang dalam waktu yang secepat ini, benar-benar mimpi
yang jadi kenyataan. Saya bisa pergi ke Jepang berkat program JENESYS 2.0.
Apa itu
JENESYS 2.0?? ini dia sejarah singkat program JENESYS. Pada tanggal 18 Januari
2013, saat berkunjung ke Indonesia, Perdana Menteri Jepang; Shinzo Abe,
mengumumkan sebagai penerus dari "Program Jaringan Pertukaran Siswa dan
Pemuda Jepang - Asia Timur Abad ke-21 (JENESYS)"[2007-2012] akan
diimplentasikan program pertukaran pemuda antara Jepang dan negara-negara Asia
Pasifik "JENESYS2.0" sebagai salah satu kebijakan penting hubungan
diplomatik.
Dalam menuju ke revitalisasi ekonomi Jepang, program ini dilaksanakan
dengan tujuan untuk meningkatkan arus pengunjung asing dan meningkatan potensi
perhatian ke Jepang terhadap para pemuda sebagai penopang generasi masa depan.
Selain itu juga untuk meningkatkan pemahaman internasional terhadap nilai gaya
Jepang, brand-merek Jepang seperti kekuatan dan pesona Jepang termasuk Cool
Japan.
Pada prinsipnya mengundang dan
mendelegasikan selama 9 malam 10 hari sejumlah 35 ribu pemuda (SLP, SLA dan
mahasiswa) antara Jepang dengan wilayah Asia Pasifik dan 41 negara di wilayah
Amerilka Utara. Diantaranya [Asean (10 negara), Australia, Selandia Baru, Timor
Leste, China, Mongolia, Taiwan, Korea Selatan, negara kepulauan di Samudra
Pasifik (14 negara/wilayah), SAARC (8 negara), Amerika dan Canada]
Perlu dicatat bahwa
biaya pengeluaran yang berkaitan dengan program JENESYS2.0 ini, dibeban oleh
pemerintah Jepang dengan menyalurkan ke lembaga internasional (Sekretariat
ASEAN, Sekretariat SAARC, Japan - U.S. Educational Commission, Japan-China
Friendship Center dan lain sebagainya) dan mendelegasikan pada badan pelaksana
jika diperlukan (gratis).
Nah, itu
sekilas tentang JENESYS 2.0 pada program kali ini jadwalnya padet
banget, kita hampir gak bisa nafas gara – gara padetnya
jadwal, tapi itu semua kalah sama keindahan alam yang diberikan di Jepang. Saya
juga gak ngerti kenapa saya kebagian kelompok yang dapet wilayah perfecture
Yamanashi, mungkin sebagian dari kalian gak tau itu apa, jadi akan saya
jelaskan, Yamanashi adalah kota yang berada di antara pegunungan, dan Gunung
Fuji juga ada di daerah tersebut. Ini adalah foto saya ketika berada di Saiko
'Iyashi no sato NENBA’.
Ada satu hal yang paling saya suka dari Jepang, bisa
dibilang negara itu adalah dunia mimpi (yuume sekai), berhubung saya lagi di
Bandung saya akan jelasin kenapa saya punya persepsi seperti itu dalam bahasa
sunda.. karena di Jepang itu sagala aya (apa saja ada), dan itu semua cuma
berawal dari IMAJINASI.
Sebenernya
Indonesia memiliki potensi yang lebih besar dari Jepang. Bisa dilihat dari luas
negaranya dan jumlah penduduknya. Indonesia Cuma punya satu masalah. Yaitu,
kurangnya niat dan IMAJINASI. Orang Jepang kalo udah mimpi itu harus diwujudin.
Kalo orang Indonesia punya mimpi tapi takut gak jadi kenyataan. Kalo udah takut
duluan mending gausah mimpi sekalian, hidup itu pilihan, resiko itu hal biasa
yang harus diambil, kesempurnaan itu cuma milik Allah SWT. Kalo gak belajar
dari kesalahan gak akan bisa sempurna, orang Jepang juga butuh waktu dan PROSES, dan itu membuktikan kalo mau SUKSES butuh yang namanya PERJUANGAN. Yang instan gak akan
menjamin apa apa. Malah kita gak bakal ngerasain nikmatnya susah payah dan rasa
bangga setelah mengerjakan sesuatu.
Maka dari itu, saya harap untuk
siapa pun yang membaca postingan ini akan termotivasi untuk selalu bermimpi dan
berusaha untuk mewujudkannya. Saya bisa pergi ke Jepang karena saya sangat suka
dengan Jepang, saya selalu membuat chemistry dengan Jepang, sampai pada suatu
ketika sepupu saya pergi ke Jepang dan study tour disana, saya melihat foto
fotonya ketika berada di Jepang dan kemudian saya berkata dalam hati “gua juga
bisa, suatu saat gua bakal kesana” kurang lebih 3 bulan kemudian saya dipanggil
oleh guru bahasa Jepang dan diberikan kesempatan untuk menghirup udara di
Negeri Sakura ini.
Setelah saya sampai di Jepang saya
baru sadar bahwa law of attraction yang teman saya bagikan kepada saya itu
benar adanya, ketika kita membuat chemistry dan mempunyai pikiran positif akan
hal itu, akan selalu ada jalan untuk mengejarnya. Jangan pernah takut untuk
bermimpi, seperti kata presiden pertama kita “bermimpilah setinggi langit, maka
jika kau terjatuh, kau akan jatuh diantara bintang-bintang” – Ir. Soekarno.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar