Minggu, 28 Desember 2014

JENESYS 2.0

Minna-sama, konnichiwa!

Udah lama banget gak nulis, kali ini saya akan share tentang pengalaman saya di Jepang. Saya gak nyangka bisa pergi ke Jepang dalam waktu yang secepat ini, benar-benar mimpi yang jadi kenyataan. Saya bisa pergi ke Jepang berkat program JENESYS 2.0.
            Apa itu JENESYS 2.0?? ini dia sejarah singkat program JENESYS. Pada tanggal 18 Januari 2013, saat berkunjung ke Indonesia, Perdana Menteri Jepang; Shinzo Abe, mengumumkan sebagai penerus dari "Program Jaringan Pertukaran Siswa dan Pemuda Jepang - Asia Timur Abad ke-21 (JENESYS)"[2007-2012] akan diimplentasikan program pertukaran pemuda antara Jepang dan negara-negara Asia Pasifik "JENESYS2.0" sebagai salah satu kebijakan penting hubungan diplomatik.
Dalam menuju ke revitalisasi ekonomi Jepang, program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan arus pengunjung asing dan meningkatan potensi perhatian ke Jepang terhadap para pemuda sebagai penopang generasi masa depan. Selain itu juga untuk meningkatkan pemahaman internasional terhadap nilai gaya Jepang, brand-merek Jepang seperti kekuatan dan pesona Jepang termasuk Cool Japan.


Pada prinsipnya mengundang dan mendelegasikan selama 9 malam 10 hari sejumlah 35 ribu pemuda (SLP, SLA dan mahasiswa) antara Jepang dengan wilayah Asia Pasifik dan 41 negara di wilayah Amerilka Utara. Diantaranya [Asean (10 negara), Australia, Selandia Baru, Timor Leste, China, Mongolia, Taiwan, Korea Selatan, negara kepulauan di Samudra Pasifik (14 negara/wilayah), SAARC (8 negara), Amerika dan Canada]
Perlu dicatat bahwa biaya pengeluaran yang berkaitan dengan program JENESYS2.0 ini, dibeban oleh pemerintah Jepang dengan menyalurkan ke lembaga internasional (Sekretariat ASEAN, Sekretariat SAARC, Japan - U.S. Educational Commission, Japan-China Friendship Center dan lain sebagainya) dan mendelegasikan pada badan pelaksana jika diperlukan (gratis).
            Nah, itu sekilas tentang JENESYS 2.0 pada program kali ini jadwalnya padet
banget, kita hampir gak bisa nafas gara – gara padetnya jadwal, tapi itu semua kalah sama keindahan alam yang diberikan di Jepang. Saya juga gak ngerti kenapa saya kebagian kelompok yang dapet wilayah perfecture Yamanashi, mungkin sebagian dari kalian gak tau itu apa, jadi akan saya jelaskan, Yamanashi adalah kota yang berada di antara pegunungan, dan Gunung Fuji juga ada di daerah tersebut. Ini adalah foto saya ketika berada di Saiko 'Iyashi no sato NENBA’.


   
            Ada satu hal yang paling saya suka dari Jepang, bisa dibilang negara itu adalah dunia mimpi (yuume sekai), berhubung saya lagi di Bandung saya akan jelasin kenapa saya punya persepsi seperti itu dalam bahasa sunda.. karena di Jepang itu sagala aya (apa saja ada), dan itu semua cuma berawal dari IMAJINASI.  
            Sebenernya Indonesia memiliki potensi yang lebih besar dari Jepang. Bisa dilihat dari luas negaranya dan jumlah penduduknya. Indonesia Cuma punya satu masalah. Yaitu, kurangnya niat dan IMAJINASI. Orang Jepang kalo udah mimpi itu harus diwujudin. Kalo orang Indonesia punya mimpi tapi takut gak jadi kenyataan. Kalo udah takut duluan mending gausah mimpi sekalian, hidup itu pilihan, resiko itu hal biasa yang harus diambil, kesempurnaan itu cuma milik Allah SWT. Kalo gak belajar dari kesalahan gak akan bisa sempurna, orang Jepang juga butuh waktu dan PROSES, dan itu membuktikan kalo mau SUKSES butuh yang namanya PERJUANGAN. Yang instan gak akan menjamin apa apa. Malah kita gak bakal ngerasain nikmatnya susah payah dan rasa bangga setelah mengerjakan sesuatu.
Maka dari itu, saya harap untuk siapa pun yang membaca postingan ini akan termotivasi untuk selalu bermimpi dan berusaha untuk mewujudkannya. Saya bisa pergi ke Jepang karena saya sangat suka dengan Jepang, saya selalu membuat chemistry dengan Jepang, sampai pada suatu ketika sepupu saya pergi ke Jepang dan study tour disana, saya melihat foto fotonya ketika berada di Jepang dan kemudian saya berkata dalam hati “gua juga bisa, suatu saat gua bakal kesana” kurang lebih 3 bulan kemudian saya dipanggil oleh guru bahasa Jepang dan diberikan kesempatan untuk menghirup udara di Negeri Sakura ini.
Setelah saya sampai di Jepang saya baru sadar bahwa law of attraction yang teman saya bagikan kepada saya itu benar adanya, ketika kita membuat chemistry dan mempunyai pikiran positif akan hal itu, akan selalu ada jalan untuk mengejarnya. Jangan pernah takut untuk bermimpi, seperti kata presiden pertama kita “bermimpilah setinggi langit, maka jika kau terjatuh, kau akan jatuh diantara bintang-bintang” – Ir. Soekarno.
  


             
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar